Aku tak mengerti kau……
Yang slama ini slalu kukasihi
Diam-diam kau tusukkan pedang
yang menghunus jiwaku hingga…..
Hatiku terkoyak menjadi
repihan hati yang tak berarti
Apakah salahku padamu
hingga kau berbuat sekejam ini?
Luka lama yang belum sembuh
kau lukai lagi hingga……
Hati dan jiwaku menjadi tak berarti
Apakah kau tega meliatku?
Aku bagai musafir
yang mengembara memcari
tetesan kasih sayangmu di padang gurun
yang gersang seorang diri
Tapi apa yang ku dapat tak seperti yang kuharap
Yang kudapat hanya “kekosongan”
Aku bagai harimau
yang kehilangan taringnya
Yang membuatku tak berdaya
Aku bagai elang
yang kehilangan sayap
yang tak dapat lagi menembus
langit lazuardi yang luas
No comments:
Post a Comment