Wednesday, May 5, 2010

Bimbang

Langit mendung itu menyelimuti jiwa Q....
Angin malam itu menusuk tulang Q.....
Belati itu merobek hati Q.....
Racun itu membius Q....

Tetapi mengapa diri ini tak mampu menepisnya...
Diantara kebimbangan.....
Antara ada dan tiada....
Karena.....

Kau tlah pergi slamanya...
Kau hidup diruang waktu yang berbeda dengan Q....
Semoga kau bahagia....

Serpihan Hati

Ketika jiwa-jiwa berpaut dalam rangkaian kebahgiaan......
Sebuah kesedihan datang menghampiri nya....
Kenangan yang terukir hancur menjdi serpihan-serpihan hati
yang berserakan diantara jiwa-jiwa kosong....
Saat terakhir berjumpa dg nya...
Saat itu pula... Prahara menjeputnya....
Serpihan'' hati dihempas oleh angin kehidupan yg kejam....
Kemanakah serpihan-serpihan itu akan membentuk sebuah rajutan-rajutan kebahagiaan yang baru???
Kapankah serpihan-serpihan itu akan bergabung kembali????
Terbanglah serpihan-serpihan hati ini...
Temukan kebahagiaan sejati yang bisa membuatmu kembali lagi....

Nafas Terakhir

Kaki ini tak lagi mampu melangkah bersamamu.....
Tangan ini tak mampu lagi menggenggam tanganmu....
Mata ini tak mampu lagi melihat pesonamu....
Telinga ini tak mampu lagi mendengar tawa ceria mu....
Pikiran ini tak mampu lagi memikirkanmu....

Ketika kau hembus kan nafas terakhirmu....
Itulah perpisahan kita dimulai....
Itulah tetesan air mata mulai mengalir...
Itulah terakhir kali kita bertemu....

Kau tlah pergi untuk slamanya....
Semoga kita dapat bertemu di dimensi lain...
Istirahat lah dengan tenang...
Ku kan jaga kenangan ini....
Namamu kan tetap terukir dalam prasasti ini seperti dalam batu nisan mu.....