Saturday, November 27, 2010

surat dari sahabat

subuh itu aku melihatmu
sendiri...
bermandikan embun-embun surga
tapi mengapa tiada tawa disana
bahkan seulas senyum pun terasa terlalu mahal

maka ketika kau teteskan air mata
bersama gugurnya daun subuh tadi
aku hanya bisa memandang iba

terdiam dalam kata dan terpekur
sebab sebanyak apapun kata terucap dari bibir ku
tak cukup...
tak mampu....
untuk menghiburmu

karena mendung itumasih bergelayut disana
sedang aku bukanlah anginyang mampu menerbangkannya
bukanlah mentari yang mampu menghangatkanmu

No comments:

Post a Comment